Friday, April 8, 2016

Ruang Kelas yang Gelap dan Disekat Pakai Triplek

Berbagi Bersama Anak Pulau
Rempang Cate - Batam Hinterland

#KelasInspirasiBatam
#Cerita2

Ruang Kelas yang Gelap dan Disekat Pakai Triplek

Sekolah ini bernama SD 09 Rempang Cate, letaknya ada di pulau Rempang - pulau terluar Kota Batam (Batam Hinterland). Bangunan yang berada di bibir laut ini cukup memprihatinkan, selain penampakan gedung yang jauh dari kata baik, ruang kelas 4 dan 5 yang disekat menggunakan triplek, lapangan yang belum berlapis semen, listrik yang tidak ada, hingga pencahayaan dari jendela yang amat sangat tidak sempurna.

Selain itu, sistem pengairan di kampung ini juga amat menyedihkan. Kata seorang guru yang bertugas sebagai pendidik di sini, jika musim penghujan seperti sekarang ini mereka senang, karena air bersih mudah di dapat. Namun jika kemarau, mereka kekeringan, susah mencari air bersih, hanya orang-orang yang memiliki perahu motor saja yang bisa mengambil air bersih di suatu sungai untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah satu kondisi memprihatinkan yang cukup menarik perhatian saya ialah tentang ruang kelas yang dibagi dua untuk kelas 4 dan 5, lengkap dengan penerangannya yang tidak ada.

Saat saya mengajar di kelas ini saya menanyakan kepada salah satu murid kelas 5, "ini memang tidak ada lampunya ya?" dan murid perempuan tersebut menjawab "iya kak...".

Saya lanjutkan di pertanyaan ke dua "terus, setiap hari gelap-gelapan begini kalau belajar?..." ia menjawab "iya kak...".

Sedih saya mendengarnya. Letak sekolah yang berada di ujung kampung, dekat dengan bibir laut, dan masih banyak sekali pohon-pohon besar di sekelilingnya, dihuni oleh para calon penerus bangsa yang setiap hari belajar dalam keterbatasan.

Setiap harinya juga ruang kelas ini diisi oleh dua guru. Jelas saja karena kelas 4 dan 5 belajar dalam satu ruangan yang sama dan hanya dipisahkan dengan sekat triplek. Bagaimana mereka bisa berkonsentrasi jika belajar dengan kondisi seperti ini? Tapi inilah kenyataannya, jelas sekolah ini kurang ruangan untuk belajar.

Tapi mereka tetap bersemangat untuk datang ke sekolah dan tetap memiliki cita-cita yang tinggi. Dimana salah satu cita-cita yang ingin mereka gapai adalah "guru". Karena menurutnya, guru adalah pekerjaan yang baik, yaitu mengajari orang lain dari yang tidak tahu agar menjadi tahu, dan seseorang bisa menjadi pintar berkat ilmu yang diberikan oleh seorang guru. Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa guru akan selalu diingat oleh muridnya.

Tunas bangsa yang luar biasa!
Dan saya amat bahagia, pernah berada diantara mereka yang telah menginspirasi saya bahwa "jika ingin dikenang maka bagikanlah ilmu yang dipunya sebelum kita meninggalkan dunia".

(dnu, ditulis sambil nonton acara yang sangat kekinian yaitu dangdut academy haha..., 21 Februari 2016, 20.13 WIB)