Friday, June 17, 2016

Allah SWT Sebagaimana yang Hambanya Fikirkan

Puasa Punya Cerita
Ramadhan #1

Allah SWT Sebagaimana yang Hambanya Fikirkan

Puasa hari pertama saya di Ramadhan 1437 H ini dihiasi dengan perjalanan siang bolong yang terik namun indah ke kawasan Ciawi, Bogor. Dari Jakarta Utara berangkat dengan penuh cinta dan kesiapan lahir batin untuk menghadapi macet yang hampir setiap hari terjadi.

Bekal kesiapan ini bukan sekedar antisipasi, namun lebih kepada pesimistis bahwa saya akan menempuh perjalanan dengan lalulintas yang lancar. Namun ternyata ketakutan saya tersebut salah besar. Hanya butuh waktu 40 menit saja saya sudah tiba di sebuah daerah yang tidak jauh dari exit toll Ciawi.

Di suatu kantor yang saya tuju, orang yang menerima kami berkata "Mohon maaf kami tidak menyediakan minum ya, karena kami tahu Bapak/Ibu pasti sedang berpuasa...". Kalimat yang indah tersebut keluar dari seseorang yang nampaknya tidak berpuasa, karena dari sorot mata dan wajah yang berbeda haha...

Padahal sebelumnya seorang teman yang bersama saya ke kantor tersebut berkata "Wah biasanya kalo ke sini kita dikasih minum nih... ". Maksudnya menyayangkan, biasanya minum tapi kali ini tidak haha....

Pelajarannya, awalnya saya berprasangka tidak baik atas perjalanan yang saya yakin sekali "pasti macet". Tapi ternyata Allah SWT berkehendak lain, siang itu jalanan kosong melompong, sehingga kecepatan bisa mencapai 120 KM/Jam.

Sejak berangkat pun saya sudah berfikiran macam-macam, mulai dari "pasti capek nih, haus nih, laper nih..." dan lain sebagainya... Namun ternyataaaa... perjalanan jauh namun lancar tersebut benar-benar tidak membuat saya lelah. Tidak haus, tidak lapar, karena memang energi yang terbuang tidak terlalu banyak, akibat lalu lintas yang amat bersahabat. Hanya sedikit mengantuk saja siang itu hahah...

Sesungguhnya adalah ujian ditengah keburukansangkaan yang pernah terlintas dibenak saya. Diberikan olehNya perjalanan yang begitu menyenangkan ditengah sangkaan jelek hambaNya. Agar dikemudian hari seorang hamba selalu ingat bahwa Allah SWT adalah sebagaimana yang hambaNya fikirkan.

Berfikirlah yang baik, maka kamu akan mendapatkan yang baik. Jika berfikiran jelek namun mendapatkan hal baik, sesungguhnya itu adalah sebuah ujian.

(dnu, ditulis sambil selonjoran sebelum naik ojek di siang bolong bulan puasa yang menyenangkan, 7 Juni 2016, 12.18 WIB)