Friday, June 17, 2016

The Power Puff Woman

Puasa Punya Cerita
Ramadhan #5

The Power Puff Woman

"Kata-kata cinta terucap indah, mengalir berzikir di kidung doaku, sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku. Butir-butir cinta air mataku, teringat semua yang beri untukku, ampuni kilaf dan salah selama ini ya ilahi, muhasabah cintaku...."

Ramadhan ke lima waktu berbuka saya dihiasi dengan cerita ketangguhan seorang wanita. Bagaimana ia bertahan dalam hidupnya ditengah beraneka macam cerita, dan bagaimana ia bertahan sekuat tenaga hanya karena baginya hidupnya tak boleh sia-sia.

Saudaraku sekalian, para ukhti fillah calon bidadari-bidadari syurga, yang terlahir dari rahim seorang ibu dengan upaya yang perkasa, maka kita yang kini berdiri di dunia juga harus seperkasa ibunda saat mempertaruhkan nyawanya.

Saya kagum melihat ketangguhan wanita yang saya temui beriringan dengan adzan isya berkumandang saat itu. Masih bisa cengar cengir padahal saya yakin hatinya tersenyum sumir.
Perempuan memang begitu ya, begitu kuat diluar namun lembut di dalam. Mudah nangis, mudah sedih, mudah kecewa tapi juga mudah untuk menutupi semuanya dengan penampilannya yang cerah ceria. Karena apa? Baginya tidak ada yang perlu mengetahui masalah yang terjadi dalam hidupnya.

Dia wanita kuat yang sulit ditemukan. Bagaimana ia bertahan dengan segala cerita dan tantangan. Dia penyayang anak. Dia penyayang keluarga, dan dia adalah penyayang dirinya sendiri. Bagaimana kini ia berusaha menyelamatkan dirinya dari segala dinamika tanpa pernah menyakiti siapa-sapa.

Sudahlah, saya cuma bahagia tanpa bisa berkata-kata kala melihat ada wanita seperti itu di depan mata saya.

(dnu, ditulis sambil ndengerin lagu Bidadari Syurga, 11 Juni 2016, 09.47 WIB)