Thursday, July 14, 2016

Antar Anak Sekolah Hari Pertama, Kesempatan yang Sayang Dibuang



Chemistry tidak hanya perlu dibangun oleh para pelaku seni yang ingin bermain film bersama saja, atau bagi para penyanyi terhadap model yang mengiringi drama lagunya, tetapi juga oleh para ibu terhadap buah hatinya. Ikatan batin yang telah terjalin antara Ibu dengan anak sejak jabang bayi berada dalam kandungan memang jelas lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan apapun, tapi alangkah hubungan Ibu dan anak tersebut bisa menjadi lebih indah jika pada hari pertama anak bersekolah sang bunda menyempatkan diri untuk mengantarnya.

Efek dari ikatannya tentu tidak akan terasa begitu saja, melainkan ini adalah investasi jangka panjang terhadap bekal moral dan kebahagiaan anak dalam memasuki dunia barunya. Kebahagiaan anak menuntut ilmu salah satunya berkaitan erat dengan kebahagiaan mereka saat berangkat ke sekolah, maka awal dari kelas atau tahun ajaran yang baru adalah masa yang tepat bagi para orang tua untuk hadir dan berada di sampingnya.

Anjuran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan merupakan pesan moral bagi para orang tua tentang kewajibannya terhadap pendidikan anak. Adalah hal yang amat membahagiakan bagi seorang anak jika di hari pertamanya memasuki kelas atau sekolah yang baru ia diantar oleh orang tuanya. Bisa jadi masa-masa tersebut sebenarnya adalah masa yang paling berat bagi seorang anak karena harus memulai adaptasi yang baru terahadap lingkungan sekolah, guru-guru atau bisa jadi teman-teman yang baru.

Seperti kita ketahui bersama kedamaian seorang anak adalah keluarganya, dalam hal ini bisa dikatakan kedua orang tuanya. Maka dalam “masa sulit” di hari pertama sekolah jika minimal salah satu dari orang tua bisa mengantarkannya, merupakan sebuah penanaman modal yang amat baik bagi kelangsungan gairah anak bersekolah di hari-hari berikutnya.

Siapa sih yang bisa menenangkan seorang anak selain orang tuanya sendiri? Maka sungguh sayang untuk dilewatkan jika ada kesempatan yang baik seperti ini namun salah satu dari orang tuanya tidak turut mendampingi. Lain cerita nya jika telah diusahakan sedemikian baik namun tetap saja tidak bisa mengantarkan, tapi bagi yang sebenarnya memiliki waktu maka sebaiknya perlu untuk menyempatkan diri.

Sekali lagi ini adalah investasi jangka panjang, support moral, membangun chemistry yang mampu membangun gairah positif anak dalam menuntut ilmu. Karena apa? Kesempatan ini adalah kesempatan yang benar-benar sayang jika dibuang begitu saja.    

(dnu, ditulis sambil makan nasi goreng ceplok dua telur mata hati bukan mata sapi hahay…, 14 Juli 2016, 21.36 WIB)