Friday, July 8, 2016

Setiap Kita Sudah Disesuaikan Kemampuannya

Pepatah yang mengatakan rumput tetangga tampak lebih hijau secara tak sadar telah mengganggu rasa syukur kita. Berhasil membuat kita lupa bahagia hingga terlena mengembangbiakkan penyakit hati atas kebahagiaan orang lain yang tampak kasat mata. Sedangkan ungkapan rezeki, jodoh dan maut sudah diatur oleh Allah SWT justru terlupakan.

Sama halnya dengan posisi yang kita emban di tempat kerja. Menjadi apapun itu pasti atas kehendak Yang Maha Kuasa, Dialah yang paling mengerti bagaimana kita, upaya apa saja yang telah kita lakukan untuk mencapai suatu posisi dan rezeki terbaik yang pantas bagi kita.

Suatu sore saat saya makan di sebuah restoran yang berada di bilangan Jakarta, saya mendengar perselisihan singkat antar dua petugas resto.

Pelayan Delivey sambil menenteng beberapa bungkus makanan yang nampaknya akan diantar kepada pemesan menegur rekannya dengan ketus "Enak lu ya cuman bediri-diri doang.....".

Rekan yang ditegur oleh petugas delivery tersebut adalah pelayan resto bagian penerimaan tamu dan pemesanan makanan untuk dinikmati di tempat. Jelas saja ia terlihat "berdiri-diri doang" karena tugasnya memang bukan untuk angkat-angkat barang pesanan. Jika resto sedang sepi, sedikit orang yang makan di tempat maka akan lebih jelas lagi "kelihatannya" bahwa pekerjaannya hanya berdiri-diri saja.

Sebenarnya apapun itu, semua telah memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Bagaimana petugas delivery bertanggung jawab untuk mengantarkan pesanan tepat waktu dan memastikan makanan yang dipesannya diterima oleh pemesan dalam keadaan baik nan sempurna.

Begitu juga dengan yang "berdiri-diri doang", ia memiliki tanggung jawab diantaranya memastikan semua tamu terlayani dengan baik, pesanan tersaji tepat waktu, kondisi makanan baik, dan semua yang dibutuhkan oleh tamunya mampu disediakan dengan sempurna.

Bagaimana? Apapaun posisinya tetap memiliki tanggungjawab yang tidak mudah bukan? Dan yang paling penting, semua terjadi tentu atas kehendakNya. Allah SWT Maha Tahu seorang hambanya layak mendapat pekerjaan yang bagaimana dan tugas yang seperti apa. Semua telah disesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing.

Kalaupun kita memiliki keinginan untuk menduduki suatu posisi yang diperlukan adalah berusaha dan memantaskan diri. Pantaskan dirimu untuk suatu posisi tertentu. Asah kemampuanmu sesuai dengan yang dibutuhkan oleh posisi itu. Pelajari hal-hal yang dapat mendukung keberhasilanmu duduk di posisi tersebut. Jangan hanya mencibir, nyinyir dan duduk-duduk santai sambil berfikir mengapa saya begini dan mengapa ia begitu.

Tidak akan datang kepadamu sesuatu yang kamu idam-idamkan tanpa pernah kamu memantaskan diri lalu berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya!

Hal penting lainnya, menanjaklah tinggi tapi tidak dengan menginjak orang lain. Bersinarlah dengan caramu sendiri gaaeesss....!!!!

Sekarang yang perlu dilakukan pertama kali adalah bersyukur dengan apa adanya dirimu. Tidak perlu lagi merasa rumput tetangga tampak lebih hijau. Karena apa? Ingat, semuanya hanya tampak.

(dnu, ditulis sambil ngemil biar genduuuttt..., 8 Juli 2016, 13.21 WIB)