Saturday, October 8, 2016

Elektabilitas Menurun Gara-gara Salah Ngomong



Hati-hati, gara-gara nila setitik maka rusak susu sebelanga. Seseorang berbuat baik sebanyak apapun lalu khilaf melakukan kesalahan sekali saja, maka kebanyakan seluruh kebaikannya terlupakan begitu saja. Lalu apa yang teringat? Jelas hanya kesalahan yang pernah dilakukannya. Mengapa demikian? ini yang namanya kehidupan. Mau sebanyak apapun tabungan kebaikanmu, jika sekali saja melakukan kealpaan maka di mata manusia kita hanya tinggal kenangan hahaha… Alias dilupakan dan diacukan begitu saja. Tapi jangan pernah lupa, Allah SWT senantiasa melihat, dan selanjutnya biarkan Dia yang membalasnya.

Hal ini nampaknya senada dengan kekeliruan yang belum lama ini dilakukan oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta, sang petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) DKI Jakarta yang rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun 2017 mendatang. Masyarakat tentu tahu tentang berbagai macam hal perbaikan yang telah dilakukan Ahok terhadap Jakarta tercinta, namun tidak bisa dipungkiri kejadian beberapa waktu lalu yang terkait dengan suatu agama bisa jadi menjadi akumulasi yang hebat bagi warga yang memang tidak pro Ahok sebelumnya.

Kejadian ini juga sangat perlu diperhatikan oleh tim sukses Ahok – Djarot karena bisa jadi yang semakin pergi meninggalkan pasangan tersebut bukan hanya pendukung lawan politiknya tetapi juga orang-orang yang sebelumnya menjadi teman setia bisa berpaling ke lain pasangan. Masalah yang prinsip ini yakni agama memang tidak patut dipermainkan, sesederhana apapun, karena permintaan maaf dan klarifikasi seheboh apapun akan sulit diterima karena prinsip hidupnya telah dicela.

Kesiapan menghadapi turunnya popularitas, berkurangnya pendukung, hingga perginya teman setia Pak Ahok nampaknya perlu ditangani dengan serius, karena sehebat apapun keberhasilan yang pernah kita lakukan akan mudah sekali musnah karena satu kali kesalahan. Terlebih lagi jika kekeliruannya bukan hanya satu kali, melainkan banyak tindak tanduk yang kerap mengundang decak nyinyir orang lain, hal ini bisa semakin membulatkan tekad warga DKI untuk mencoba mendalami dan menjatuhkan pilihan pada pasangan yang lain; Anies – Sandiaga ataupun Agus – Sylviana.

(dnu, ditulis sambil dipijitin hahaha…., 8 Oktober 2016, 22.16 WIB)