Sunday, February 5, 2017

Berbagi Inspirasi Bersama Laskar Langit

Hari Minggu ini (5/2) saya habiskan dengan berbagi cerita tentang cita-cita bersama anak-anak Laskar Langit. Mereka merupakan kumpulan anak-anak yatim/piatu usia sekolah SD - SMP yang dirangkul untuk bergembira bersama oleh pemuda pemudi berhati mulia yakni Komunitas Pecinta Anak Yatim (PAY).

Sebelum memasuki sesi inspirasi tentang cita-cita anak-anak Laskar Langit diajak nonton bareng film Iqra oleh kakak-kakak dari Komunitas PAY, dengan mengambil tempat di bioskop Mall Graha Cijantung. Film yang berdurasi selama kurang lebih 2 jam tersebut bercerita tentang petualangan seorang anak perempuan bernama Aqila dalam meraih mimpinyaa untuk melihat planet pluto.
Sama halnya dengan sesi inspirasi yang digelar sema kurang lebih 30 menit tersebut saya membagikan cerita kepada mereka tentang petualangan cita-cita apa yang pernah saya lakukan, apa saja hambatannya, bagaimana cara mengatasinya dan apa saja yang perlu kita lakukan untuk menggapai mimpi tersebut.

Dengan membuka cerita lama, mengingat-ingat kisah apa yang pernah terjadi dulu saat masih kecil, pernah punya cita-cita apa dan berapa kali cita-cita berganti-ganti, saya mulai memasukkan diri ke dalam mimpi mereka. Berusaha dengan bahasa yang sederhana pula saya bercerita kendala-kendala apa saja yang kerap terjadi saat masih sekolah dulu.

Sesi singkat ini ditutup dengan penguatan hati dan fikiran terhadap sebuah cita-cita yang telah kita gantungkan, yaitu saya sampaikan ada 3 tips ala saya dalam meraih mimpi atau cita-cita. Ketiga tips tersebut adalah niat, doa dan usaha.

Niat, yaitu penguatan seluruh isi hati dan kepala tentang apa yang ingin kita raih suatu hari nanti. Contohnya seseorang yang ingin menjadi dokter, maka mantapkan hati bahwa dokter adalah profesi yang ingin kita raih, dan yakinkan benar bahwa dokter adalah profesi yang baik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita.

Selain memahami benar tentang apa itu dokter, mereka juga harus paham benar apa yang harus dilakukan agar bisa menemukan jalan dalam menggapainya. Mulai dari hal yang paling sederhana yaitu rajin belajar, tidak melalaikan ibadah sholat 5 waktu dan juga selalu makan makanan yang bergizi baik. Seiring bertambahnya usia tentu semakin banyak hal-hal yang perlu dilakukan agar bisa menyandang gelar dokter.

Setelah menguatkan niat dan tekad, selanjutnya adalah kita perlu berdoa, meminta kepada Allah SWT agar dibukakan jalan untuk bisa menjadi dokter. Disini lagi-lagi tentang ibadah, jangan lupa berdoa tentu saja jangan lupa beribadah.

Usai berdoa, yang tak kalah pentingnya adalah berusaha atau ikhtiar dalam bahasa lainnya. Apalah artinya berdoa jika tidak disertai ikhtiar yang nyata, karena Allah SWT menyukai orang-orang yang berdoa dan berusaha dalam mencapai keinginan-keinginan dalam hidupnya.

Niat, berdoa dan berusaha adalah satu kesatuan langkah yang harus dilakukan jika ingin mimpi yang kita miliki menjadi kenyataan. Tapi tentu saja pembungkus akhir dari tiga tips tersebut adalah berserah diri pada ketetapan Allah SWT, karena seindah-indahnya rencana manusia tetap lebih indah rencana Allah SWT.

Anak-anak Laskar Langit adalah anak-anak yang aktif dan penuh semangat. Tentunya banyak pelajaran juga yang saya ambil dari mereka, salah satunya adalah tetap menjadi pribadi yang berbahagia walau dalam hidup ada sesuatu yang sudah tak lengkap lagi keberadaanya.

Kepada semua anak Indonesia yang kini telah hidup sebagai yatim atau piatu, jangan berkecil hati. Lihat Pak Habibie, seorang Bapak Bangsa yang menjadi pemacu industri dirgantara di Indonesia adalah seorang lelaki yang sudah ditinggal sang ayah sejak kecil.

Contoh lain tentu saja Nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi yatim sejak dalam kandungan ibunda, dan menjadi piatu beberapa tahun setelah ia lahir ke dunia. Tapi beliau tetap berakhlak baik dalam menjalani hidup dan kini menjadi panutan bagi kita, umatnya.
Adalah benar cita-cita memang harus setinggi langit, karena ada sebuah proses yang indah kala kita berusaha menggapainya. Ada taburan bintang di sekitarnya, ada senyum bulan di dekatnya, dan ada matahari yang selalu menjadi penyemangatnya. Jangan mudah menyerah, karena Allah SWT selalu ada bersama kita.

(dnu, ditulis dengan keadaan mata ke TV nonton aksi The Cuts Indonesia, tapi otak ke tugas kuliah yang kudu ngitung-ngitung pake SPSS dan belom dikerjain, sementara jari-jari tangan ke BlackBerry butut buat nulis pengalaman hari ini haha..., 5 Februari 2017, 20.58 WIB)