Sunday, February 12, 2017

Jadi Warga Negara yang Komplit Baiknya

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017 mendatang berbagai aspirasi bermunculan. Mulai dari aspirasi yang sifatnya hanya menyampaikan pendapat, bersifat mengajak, hingga yang bersifat menghasut agar turut memilih salah satu Pasangan Calon (Paslon) karena alasan tertentu.

Lelah rasanya jika harus balik menghasut atau bahkan menghujat pendukung salah satu Paslon yang aspirasinya tidak sesuai dengan hati nurani kita. Ingin sampai kapan terus adu argumen, yang padahal seorang pendukung Paslon pasti akan mengunggulkan Paslon idamannya bagaimanapun keadaan si Paslon tersebut. Dan itu sudah harga mati, maka aneh saja jika masih ada yang rela membuang waktunya untuk menanggapi sindiran, hujatan bahkan hasutan yang sangat tidak penting itu. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, benar-benar komplit baiknya.

Baik yang pertama adalah kita turut menyumbangkan suara saat PILKADA nanti, alias jangan golput, gunakan hak pilih dengan baik. WNI yang baik adalah yang menggunakan hak suaranya dengan tepat demi untuk memajukan kota yang menjadi tempat tinggalnya kini. Jangan golput karena bingung atau tak ada Paslon yang menarik hati, pilihlah dengan tepat demi kelangsungan tempat tinggal 5 tahun ke depan.

Setelah menggunakan hak suara dengan baik, maka kita harus menggunakan hati dengan baik. Pilihlah Paslon yang sesuai dengan kata hati nurani, jangan mudah terusik dengan pendapat orang lain apa lagi yang bersifat negatif yang hanya bisa memperkeruh suasana saja. Karena apa? Setiap manusia berhak memilih sesuatu sesuai dengan isi hatinya. Setiap orang tentu memiliki pertimbangan masing-masing, tapi dengan telah mempelajari ilmu dalam kehidupan sehingga tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, serta belajar dari banyak pengalaman, maka ketetapan hati perlu diikuti.

Selanjutnya kita juga perlu menggunakan kepala dan isinya dengan baik, atau dengan kata lain gunakan otak very well. Karena jika hanya hati yang dituruti tanpa diimbangi dengan hasil pemikiran yang baik juga, jatuhnya akan membabi buta. Bisa digambarkan seperti ini "pokoknya saya suka dia, bodo amat atas kekurangannya", kalau banyak pemilih yang begini lantas bagaimana ceritanya daerah kita bisa maju karena dipimpin oleh orang yang dipilih atas dasar "bodo amat"?.

Ucapan juga perlu dijaga, maksimalkan menjadi WNI yang baik dengan menjaga perkataan yang baik, lisan maupun tulisan. Jika hak pilih sudah digunakan dengan baik, hati digunakan dengan baik, pikiran digunakan dengan baik, tapi lisan atau tulisannya mengeluarkan kata-kata yang tidak baik bagaimana? Percuma bukan?.

Agar semakin lengkap kita perlu menyikapi semuanya dengan baik, karena lingkungan boleh panas tetapi hati harus tetap dingin. Jadikan PILKADA 2017 ini sebagai ajang pemiihan kepala daerah yang super sejuk dimulai dari diri sendiri.

Ingat, daerah tempat tinggal kita harus dipimpin oleh seseorang yang juga komplit baiknya seperti kita melengkapi kebaikan pada diri kita sendiri.

(dnu, ditulis sambil dengerin lagu "aku seorang kapiten... kalo berjalan prok prok prok..., 11 Februari 2017, 20.02 WIB)