Sunday, March 5, 2017

Hakikat Perempuan

Setiap perempuan itu terlahir, baik, cantik dan pintar. Bahkan saat ia tumbuh dewasa bisa teramat baik, teramat cantik dan teramat pintar. Semuanya bisa terjadi hanya jika sang perempuan pandai menyikapi lingkungan, cermat memilih pergaulan, dan tepat memilih laki-laki untuk dijadikan pendamping hidupnya.
 
Lingkungan terbentuk sebebas angin menerpa dan hujan menerjang. Bisa terjadi seperti apapun sesuai kuasa Allah SWT ingin dibuatNya seperti apa. Perempuan yang ada didalam lingkungan tersebut tentu harus pandai-pandai menyikapinya, terus berada didalamnya sambil banyak berdoa, atau pergi membawa diri tanpa ada maksud untuk menjauhi. Namun hanya karena ingin membuat diri lebih berarti. Lingkungan yang tidak baik tentu akan mempengaruhi orang-orang yang ada di dalamnya untuk terbawa pada arusnya. Tapi tidak menutup kemungkinan seorang anomali bisa hidup baik-baik saja, karena pengaruhnya lebih kuat dari lingkungannnya. Karena apa? Bargainnya kuat.
 
Perempuan yang berhati baik tentu lahiriahnya akan kelihatan cantik. Tapi tidak bisa dibalik, yang wajahnya canti belum tentu hatinya baik. Hati yang bersih akan terpancar dari wajah yang selalu tampak ceria, dan tercermin dari sikap yang memiliki hubungan baik dengan siapa saja. Karena salah satu ciri perempuan yang bahagia adalah berteman dengan banyak orang dan bersahabat dengan siapa saja.
 
Imam yang baik tentu akan mengarahkan makmumnya untuk turut ke jalan yang baik, karena ia tidak mau menanggung segala dosa yang dilakukan makmum, karena memang akan dibebankan kepadanya. Adalah dimaksudkan lelaki yang baik tentu akan membawa wanitanya ke arah yang baik, selalu mengingatkan yang baik-baik dan selalu mengajaknya menuju hal-hal yang baik. Itulah mengapa, taaruflah dengan lelaki yang baik, karena kelak ketika menikah kamu harus dengan yang paling baik.
 
Agar tak mudah dipermainkan seorang perempuan tentu harus tumbuh dengan pintar. Agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya seorang perempuan tentu harus banyak belajar. Agar dapat mendidik dan membentuk anak-anak yang berguna bagi umat, tentu sang ibu haruslah pintar dunia dan akhirat. Begitu juga agar di masa tua seorang perempuan dapat menghabiskan waktunya dengan bermanfaat, tentu di masa mudanya ia harus semangat mengejar berbagai pengetahuan.
 
Setiap perempuan terlahir pintar, hanya saja bagaimana ia memolesnya, menumbuhkan, mengembangkan, lalu membuatnya mampu membuahkan berbagai hasil. Pintar bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang, dan setiap perempuan berhak memilih dimana ia ingin berpijak. Yang pasti ingin menjadi ibu rumah tangga ataupun berkarir, setiap perempuan perlu memiliki banyak bekal ilmu pengetahuan, karena kita semua sepakat bukan bahwa sekolahan pertama bagi anak-anak adalah keluarga? So, sebuah keluarga yang bahagia dan senang belajar akan menciptakan generasi-generasi baru yang juga bahagia dan pintar-pintar.
 
(dnu, ditulis jelang kelas terakhir and on going to fight for tesis, 4 Maret 2017, 21.52 WIB)