Tuesday, May 23, 2017

Pantaskah Kita Berharap Lebih Tanpa Ada Usaha yang Lebih?

Tanpa sadar dalam hidup kadang kita bergumam :

"Kok hidup gue gini-gini aja.... kerjan gue gini-gini aja.... dari dulu sampe sekarang datar-datar aja hidup gue.... beda sama dia yang punya barang baru terus... jalan-jalan mulu..... kok hidup dia enak banget ya.... kok dia bisa beli ini itu ya padahal kerjanya sama sama gue.... kok dia..... kok dia..... dst..."

Gaess... kita belajar bareng-bareng yuk tentang upaya dalam hidup yang lebih nyata. Bisa dikatakan gumaman di atas adalah keluhan kita terhadap keadaan hidup kita sehari-hari. Jika tidak ingin dikatakan kita iri terhadap orang lain, maka bolehlah jika saya katakan kita nyinyir halus terhadap rezeki orang lain.

Saya juga masih belajar bagaimana mengisi hidup yang lebih baik setiap harinya, bagimana menjadi lebih bermanfaat, dan lebih jelas ke mana hidup ini akan dilabuhkan. Maka, sedikit-demi sedikit kita perlu mengambil energi positif yang datang dari mana saja, yang penting bermanfaat untuk kebaikan hidup kita. Salah satunya adalah energi positif atas ibadah orang lain yang jauh lebih baik dari kita.

Itulah salah satu kunci keikhlasan hidup tentang kita perlu BERUSAHA YANG LEBIH UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG LEBIH. Atau dengan kata lain dapat dituliskan "sudahkah kita berusaha yang lebih untuk mengharapkan hasil yang lebih?".

Ibadah yang lebih baik adalah contoh nyata usaha yang lebih dari kita untuk mendapatkan kenikmatan hidup yang selalu lebih baik dari hari kemarin. Pantaskah kita berharap lebih tanpa ada usaha yang lebih?

(dnu, ditulis sambil minum fruit tea rasa jambu klutuk, 23 Mei 2017, 16.16 WIB)