Sunday, October 1, 2017

Upacara, Salah Satu Cara Tanamkan Nilai Pancasila


Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia berlomba-lomba menunjukkan bahwa dirinya benar-benar “Pancasila” melalui berbagai cara, poster di dunia maya salah satunya. Dengan tujuan yang beragam berbagai upaya tersebut diusung oleh masing-masing orang yang kata kuncinya adalah “Saya Pancasila”, walaupun entah bagaimana keseharian dari mereka apakah telah benar-benar menanamkan nilai-nilai Pancasila. Hari ini tepat 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, hari di mana sebuah upacara besar digelar untuk memperingati kekuatan dasar negara kita tercinta Indonesia. Lantas bagaimana dengan mereka yang kerap mengelu-elukan dirinya “Pancasila” sekali, apakah telah sedikit saja ikut memaknainya minimal hari ini?



Pancasila yang merupakan dasar negara Republik Indonesia tidak hanya perlu dihayati tetapi juga dilakoni dalam kegiatan kita sehari-hari. Bagaimana dapat melakoni jika makna yang terkandung di dalamnya saja belum diresapi? Bagaimana dapat diresapi jika tidak ada aktifitas rutin yang secara terus menerus mengingatkan bahwa ada lima sila dalam pancasila yang perlu kita maknai? Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih maupun Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang biasanya dilaksanakan rutin oleh sekolah-sekolah kini tak lagi sama.



Kurang lebih 17 tahun yang lalu saya masih rutin melaksanakan upacara bendera di sekolah, satu minggu sekali. Dalam seremoni kenegaraan tingkat sekolah tersebut seluruh siswa siswi dibentuk pemikirannya agar menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kegiatannya sehari-hari. Selalu mengucapkan sila-sila Pancasila bersama-sama seluruh peserta upacara, hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk mengiringi pengibaran atau penurunan Sang Saka Merah Putih. Sebuah seremoni rutin yang digelar dengan sederhana namun tujuannya ingin mengubah pribadi kita menjadi anak Indonesia yang cinta negaranya dan menghargai jasa para pahlawannya. Saat ini apakah sekolah-sekolah masih sama rutinnya melaksanakan upacara? Semoga saja iya, agar setiap anak telah ditanamkan sejak dini akan pentingnya mengamalkan Pancasila, serta alasan mengapa harus mengamalkannya.



Ketika membacakan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, di sini ditanamkan pada diri siswa siswi untuk percaya kepada Tuhan, dan menganut suatu agama adalah sebuah hak asasi bagi setiap pribadi. Sila ke dua yakni Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, pengamalan yang paling sederhana yaitu jadilah anak yang cinta pada sesama, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, dan tentunya saling mengasihi. Sila ke tiga Persatuan Indonesia, kalimat yang singkat namun sarat makna, di mana dalam hati kecil setiap siswa diajak untuk menjaga kerukunan hidup bermasyarakat, bagaimanapun berbedanya agama dan suku tapi kita harus tetap bersatu untuk Indonesia. Sila ke empat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, sederhanananya segala pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari agar selalu bermusyawarah, hindari keributan, dan junjung tinggi azas mufakat. Contoh kecilnya adalah pemilihan ketua kelas yang selalu dilakukan secara musyawarah dan mufakat, di sini terlihat nilai-nilai Pancasila mulai ditanamkan minimal di sekolah. Dan sila ke lima adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sejak dini ditanamkan pemahaman bahwa negara tentu mengupayakan sebuah kehidupan yang adil dan makmur bagi setiap warga negaranya.



Lantas bagaimana jika upacara bendera kini tak lagi rutin adanya? Bagaimana penanaman nilai-nilai Pancasila akan secara mudah dilakukan terhadap anak-anak selaku generasi penerus bangsa? Bilamana ada seremoni yang menyerupai getir perjuangan para pahlawan negara? Apakah tak mengapa jika jutaan anak bangsa tak begitu kuat nasionalismenya karena telah berkurangnya aktifitas pengibaran bendera merah putih di udara. Memang bukan hanya upacara saja, tetapi ini adalah salah satunya yang begitu dekat di depan mata.



(dnu, ditulis sambil makan martabak keju yang rasanya cokelat banget, 1 Oktober 2017, 19.59 WIB)