Monday, January 22, 2018

Apa yang Kita Jalani, Sulit Mereka Pahami...


Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak hidup sendirian, ada teman, kerabat, saudara, sampai yang kekinian haters pun ada. Seluruh atau sebagian dari mereka terkadang ada yang memiliki sikap peduli namun berlebihan, serba ingin tahu tentang kita bahkan tentang seluruh hidup kita. Peduli pada sesama jika dilakukan dalam batasan yang wajar sesuai hubungan kita dengan orang lain tentu dapat dipahami. Misalnya kepedulian orang tua terhadap anaknya, kakak kepada adiknya, atau suami kepada istrinya dan sebaliknya, tentu wajar jika dilakukan dengan sangat berlebihan, namun bagaimana jadinya jika hanya ada hubungan pertemanan atau bahkan kenal pun tidak kita memberikan kepedulian yang begitu jauh? Apakah tidak melampaui batas namanya?



Rasa peduli yang melampaui batas dapat mengarah pada penerimaan yang negatif. Keingintahuan kita pada orang lain tentang mengapa ia mengambil suatu keputusan bagi hidupnya, yang menurut kita itu adalah keputusan yang salah, adalah tidak tepat. Mengapa kita memberikan penilaian terhadap keputusan orang lain? Buat apa kita menyayangkan keputusan yang diambil oleh orang lain? Apakah kita dapat dengan presisi memahami alasannya secara kita tidak menjalani hidupnya?



Pun sebaliknya, kita tentu tidak nyaman jika ada seseorang yang begitu “kepo” terhadap hidup kita, toh mereka tidak mengalami apa yang kita alami bukan? Lantas mengapa mereka begitu ingin tahu bahkan tidak sedikit yang menyayangkan terhadap suatu keputusan yang bukan urusannya? Ini yang namanya toleransi dalam pertemanan. Setiap individu butuh privasi, karena setiap orang dilahirkan dengan cerita hidupnya sendiri-sendiri.



Jaga hati, jaga fikiran. Jangan mudah menduga lalu menghakimi atau bahkan menyayangkan apa yang telah orang lain lakukan. Karena setiap yang seseorang lakukan tentu berangkat dari sebuah alasan, pun jika dijelaskan alasannya mungkin sulit bagi kita untuk memahaminya. Begitu juga sebaliknya, karena apa yang kita jalani terkadang sulit mereka pahami.



Note : Judul mengutip dari lirik lagu Melawan Dunia milik RAN feat Yura Yunita



(dnu, ditulis sambil si Uni Betawi kecewa karena indak ado sinetron Minang nan Rancak soal Amak Iyam dan Bujang haha...., 14 Januari 2018, 21.16 WIB)