Wednesday, February 7, 2018

Lantas Apa yang Kamu Rasakan Saat Melihat Gurumu Terkapar?


Lantas Apa yang Kamu Rasakan Saat Melihat Gurumu Terkapar?



Siswa tidak pantas jumawa karena memiliki tubuh yang lebih tinggi besar dibandingkan gurunya. Apalagi jumawa saat merasa kekayaan orang tuanya di rumah jauh lebih raya dibandingkan dengan milik gurunya di sekolah.



Karena hakikat bersekolah adalah meneguhkan diri sebagai pribadi yang terpuji, melalui penyerapan ilmu yang diberikan setiap hari, sambil merajut mimpi agar di suatu hari nanti dapat berdiri di atas kakinya sendiri, dengan tetap menjadi pribadi terpuji sejak kini hingga nanti.

Bukan menguatkan aksi bela diri yang digunakan kepada siapa saja yang dibenci, bahkan gurunya sendiri.



Ketika bersiap mengawali hari-hari di sekolah, kita senantiasa melafalkan janji siswa dengan suara lantang dan teguh jiwa. Tidak hanya orang tua, tetapi juga guru tentu berharap janji tersebut bukan sekadar deretan kalimat yang terucap secepat kilat.



Guru bersikap tertentu terhadap siswa pasti ada alasannya, diantaranya sangat ingin membuat siswanya bersinar suatu hari nanti, berkat budi baik siswa itu sendiri.

Tidak lebih yang diinginkan guru selain melihat anak didiknya memiliki hidup yang maju dengan tindak tanduk yang layak untuk ditiru.



Disapa saja guru sudah bahagia.

Diperhatikan paparan ilmunya guru akan sangat bahagia.

Ditiru sikap baiknya merupakan hal yang sangat istimewa.

Maka mengapa melakukan hal yang sederhana layaknya menyapa saja siswa kadang tak ada.



Berbahagialah para siswa, terdapat banyak orang yang bersedia menjadi guru bagimu. Membagikan ilmunya untukmu. Mengajarkan bagaimana caranya agar kamu menjadi pintar bahkan melebihi dirinya.



Sesederhana angin bertiup, hormatilah gurumu setiap waktu.



Tidak sedang memojokkan siapapun, tulisan pendek ini ditujukan untuk siapa saja yang merasa memiliki guru atau orang tua di sekolah.



(dnu, ditulis sambil mikir kenapa udah ngasih jalan masih aja mobil disenggol sampe goyang dengan menyisakan banyak baret-baret manis, 7 Februari 2018, 20.44 WIB)