Thursday, April 5, 2018

Di Era Ekonomi Digital, Resi JNE Kian Melangsing


Di Era Ekonomi Digital, Resi JNE Kian Melangsing

Sederhana saja, hanya ingin memperlihatkan kepada para pelaku bisnis dan juga konsumen dari beragam usaha perdagangan produk maupun jasa yang saat ini menjamur, bahwa era digitalisasi saat ini memberikan dua sisi dampak positif maupun negatif bagi setiap pihak yang berkubang di dalamnya. Seperti dalam setiap hal yang selalu ada pro dan kontranya atau selalu saja ada dampak positif dan negatifnya, apapun itu.
Dunia bisnis yang paling dekat dengan semua kalangan baik kalangan menengah ke atas maupun ke bawah adalah bisnis pengantaran barang. Saat ini sangat banyak bermunculan bisnis kecil-kecilan yang dilakoni oleh para wanita muda, pria paruh baya, hingga bahkan Ibu rumah tangga. Mulai dari bisnis jual beli makanan siap santap, jual beli baju, atau barang-barang konsumtif lainnya yang dalam aktifitasnya berkaitan erat dengan jasa ekspedisi barang. Seperti yang kita ketahui bersama, bisnis dalam jaringan/daring/online saat ini mulai merajai proses jual beli. Di mana tidak bertemunya antara penjual dengan pembeli mengakibatkan suburnya pohon bisnis pihak ke tiga yaitu jasa ekspedisi barang sebagai penghubung antar keduanya, yakni penjual dan pembeli.
Salah satu agen atau perusahaan resmi yang cukup banyak dimanfaatkan jasanya saat ini adalah JNE. Perusahaan ekspedisi yang telah memiliki kantor layanan atau agen di seluruh Indonesia ini rupanya pandai melihat peluang. Majunya era digital saat ini membuat JNE berinovasi dan sepertinya cukup menguntungkan bagi pelaku bisnis di perusahaan ini. Inovasi yang terjadi adalah pada pencetakan resi atau tanda terima pengiriman barang yang biasa diserahkan kepada konsumen dalam satu ukuran lembar cukup besar, kini hanya sebuah kertas kecil saja dengan memuat informasi secukupnya.
Nomor resi, tujuan dan biaya kirim tertera di sana, selebihnya jika konsumen ingin mengetahui informasi lainnya maka dapat dilakukan dengan mengecek nomor resi secara online. Cukup mengurangi biaya kertas, namun juga tidak mengecewakan bagi konsumen, karena data-data yang dibutuhkan tetap dapat dicari informasinya. Inovasi memang dibutuhkan oleh setiap pelaku bisnis tidak hanya di era digitalisasi saat ini, namun setiap saat, setiap masa, selama bisnis tersebut diinginkan berjalan dan mampu bersaing dengan para kompetitor.
JNE cukup cermat melihat peluang dan ancaman yang datang dari luar perusahaannya. Di mana peluang untuk menghemat biaya berhasil dilakukannya melalui pengurangan penggunaan jumlah kertas resi. Selain itu, dengan mencantumkan informasi-informasi utama saja pada lembaran resi terserbut juga merupakan upaya meraih peluang dalam hal menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Ancaman-ancaman berupa banyaknya perusahaan ekspedisi barang sebagai pesaing juga tengah dihadapi oleh JNE, namun perusahaan berwarna dominan merah dan biru ini mampu memperlihatkan diri sebagai perusahaan yang mengikuti perkembangan zaman dan berusaha tampil sebagai pelaku bisnis yang modern dan kekinian.
Bagaimana dengan perusahaan Anda? Sekecil apapun bisnis yang tengah Anda jalani, tetaplah pandai-pandai melaihat peluang dan ancaman yang bisa datang kapan saja.

(dnu, ditulis sambil sarapan, 6 April 2018, 07.30 WIB)