Wednesday, May 9, 2018

Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat; “Saya belum paham benar Undang-undang...”


Kalimat miris itu terucap dari bibir salah satu calon Wakil Bupati Bandung Barat yang berprofesi sebagai artis, malam tadi dalam acara Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati yang ditayangkan televisi swasta I News TV. Sebagai rakyat biasa saya merasa amat sedih jika memiliki pemimpin daerah khususnya yang memimpin wilayah tempat tinggal saya tidak atau belum memahami Undang-undang apapun yang berlaku di negara kita, Republik Indonesia. Kasarnya, akan jadi apa suatu daerah jika dipimpin oleh seseorang yang secara gamblang mengatakan belum paham terhadap suatu Undang-undang.



Tidak hanya memilih kepala negara yang tidak mudah, memilih kepala daerah pun demikian adanya. Terlebih lagi kepala daerah adalah wakil rakyat atau penerus suara yang terbilang paling dekat dengan rakyatnya. Lantas apa jadinya jika pemimpin yang didambakan dapat menjadi penyambung suara rakyat, belum mengerti mengenai peraturan yang berlaku di negara ini, kira-kira apa yang akan beliau lakukan?



Berbakti pada negeri, juga umum menjadi niat baik para calon kepala daerah di Indonesia. Terlebih untuk hal yang satu ini, sudah jelas bahwa bekal pahamnya seluruh peraturan yang berlaku di negeranya wajib dimengerti, dipahami, dihayati dan mampu untuk diaplikasikan. Jika dasarnya saja belum dapat dipahami maka bagaimana selanjutnya para pejabat daerah dapat bekerja? Apa yang akan dikerjakannya?



Inovasi, kerjasama, integritas atau hal-hal sejenis lainnya sangat tidak cukup menjadi bekal perjalanan memimpin suatu daerah tanpa memahami benar peraturan atau Undang-undang yang memayunginya. Bisa-bisa kebijakan yang dibuat atau tindakan yang dilakukannya bertentangan pada Undang-undang dan tidak akan pernah meraih cita-cita daerah yang diusungnya semasa kampanye.



Sebagai warga negara Indonesia, sebagi penikmat acara televisi, dan sebagai calon pemilih dalam pesta demokrasi PILKADA Serentak mendatang, merasa amat sedih dan miris mendengar pernyataan dari salah satu calon wakil bupati yang dengan gamblang mengatakan dirinya belum paham benar terkait Undang-undang yang ditanyakan oleh lawan debat tadi malam. Walaupun bukan penduduk Bandung Barat dan Calom Bupati serta Wakil Bupati tersebut tidak akan menjadi pemimpin daerah tempat tinggal saya untuk saat ini, namun kejadian di televisi malam tadi cukup membuats aya berfikir apakah hanya beliau yang belum paham mengenai suatu Undang-undang atau masih lebih banyak lagi? Bisa jadi, hanya saja tidak secara terang benderang dinyatakan di muka umum.



Lalu apa jadinya suatu negara jika masih banyak pemimpinnya yang belum paham Undang-undang? Hanya bekerja saja tanpa bekal pemahaman peraturan negara rasanya mustahil dapat terealisasi dengan baik. Dilihat dari sisi yang berbeda, apakah calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah merasa cukup dengan saling melengkapi satu sama lain, yang satu paham benar peraturan dan pendampingnya santai saja walaupun tidak paham karena akan ambil bagian dari sisi yang lainnya saja. Dilihat dari kaca mata siapapun, setiap orang yang telah menyatakan siap menjadi pemimpin daerah atau negara ini tentunya wajib mengetahui, memahami, menghayati, mengamalkan, dan menjalankan apa yang telah menjadi peraturan. Hal-hal lain yang dapat dilakukan adalah membuat perbaikan terhadap peraturan tersebut jika memang ada yang perlu disesuaikan untuk kemaslahatan masyarakat.



Sebagai masyarakat awam tentu kita harus pintar-pintar menentukan pilihan kepada tangan siapa pembangunan suatu daerah akan dilabuhkan. Menjadi pemilih yang cermat tentu juga tidak mudah, karena setiap pasangan calon memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka di sinilah dibutuhkan kejelian dari masyarakat untuk menjatuhkan hatinya.



Pilihlah yang tepat, yang mampu membawa daerah tempat tinggal kita ke arah yang lebih baik.