Thursday, May 24, 2018

Ramadhan #4 - Karena Kejujuran Akan Menyelesaikan Masalah

Hari ini (20/5) sempat menonton sinetron, alhamdulillah mendapat insight positif dari salah satu dialog dalam sinetron tersebut. Lumayan lah sutradara, penyusun naskah atau siapapun tim kreatif yang terlibat dalam penggarapan tontonan tersebut Insya Allah mendapat pahala, karena minimal satu orang dari pemirsanya mendapatkam energi positif atas karya yang telah dibuatnya.

Telah banyak dipahami bersama bahwa saty kebohongan yang diluncurkan maka akan melahirkan kebohongan-kebohongan lainnya yang nyaris tiada akhir. Seseorang yang bersilat lidah tentu tidak ingin kebenaran yang disembunyikannya diketahui oleh orang lain. Berangkat dari hal tersebut maka orang yang berbohong akan mengeluarkan kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Terlihat jelas di sini ya, penyakit berbohong laksana bola saju yang bergulir terua menerus dan akan semakin besar. Akankah suatu permasalahan selesai dengan paparan kebohongan? Untuk sementara waktu bisa jadi iya, tetapi jangan pernah lupa bahwa sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai suatu saat akan tercium juga. Demikian pula dengan si tupai, sepandai-pandainya ia melompat maka akan jatuh jua.

Adalah hakikat kejujuran yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan, saat ini dan juga selamanya. Mengapa demikian? Dari sisi orang yang berkata maupun bersikap jujur, tidak ada lagi sesuatu hal yang ia sembunyikan. Dengan keadaan yang demikian tentu ia akan merasa tenang dan nyaman dalam menjalani hari-hari. Tidak ada ketakutan akan sesuatu, maupun kekhawatiran lainnya yang berpotensi menghasilkan masalah baru suatu hari nanti.

Orang yang jujur hidupnya Insya Allah akan tenang. Mengatakan hal yang benar sekalipun itu pahit mutlak lebih baik bermanis-manis ria dalam kebohongan.

Semoga di bulan suci ini kita dapat sama-sama belajar ya, semakin meningkatkan kadar iman dan taqwa. Tidak berbohong untuk hal sekecil apapun, karena tidak pernah ada yang namanya white lie atau berbohong demi kebaikan. Namanya saja sudah bohong, ya jelas tidak ada baik-baiknya, yang benar adalah berkata jujur untuk kebaikan.

Yuk kita selalu berkata benar !
Berani karena benar dan tetap berani untuk mengungkap kebenaran !

(dnu, ditulis sambil duduk sandaran salah selonjoran salah semuanya salah yang benar cuma kejujuran hahahah... entahlah wkwkwkw...., 20 Mei 2018, 19.54 WIB)