Thursday, May 24, 2018

Ramadhan #7 - Seru-seruan Sambil Menanti Adzan

Pengalaman menunggu adzan maghrib tiba di bulan ramadhan memang menjadi keasyikan tersendiri. Ada yang senang berjalan-jalan sore sambil membeli makanan ringan di sepanjang jalan, namun ada juga yang senang berkutat dengan pekerjaannya di kantor hingg suara bedug maghrib terdengar. Semua punya cara asyiknya sendiri, dengan anggapan yang sama yaitu perputaran waktu tidak akan terasa begitu lambat.
Sama halnya dengan saya, di hari Ramadhan ke 7 saya ngabuburit di sebuah tempat nan megah luar biasa, di kawasan Jakarta Selatan. Alhamdulillah ya bisa ngabuburit di ruangan yang amat sejuk tapi mampu membuat badan menggigil hahaha... Jarang-jarang nih... biasanya jelang maghrib di kantor atau maksa buka puasa di tengah kemacetan hehe...
Sambil menikmati acara bedah buku seorang Bapak hebat bernama Sofjan Wanandi, saya dan teman-teman nyaris lupa dengan kuatnya rasa lapar. Terlebih saat mendengarkan sambutan dari Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla, jelang maghrib itu menjadi amat sendu karena dapat mendengarkan secara live suara merdunya Pak Wakil Presiden. Alhamdulillah, pengalaman yang istimewa, walau saya dan teman-teman duduk di ujung belakang ruangan, dan Pak Jusuf Kalla berada di panggung sisi muka ruangan, yang jadinya saya dan beliau ujung-ujungan, tetap saja hangatnya aura kebapakan beliau sampai ke dalam hati .... ^.^
Bapak Sofjan Wanandi seorang pengusaha yang sempat memimpin Asosiasi Pengusaha Indonesia selama kurang lebih 12 tahun telah memberikan inspirasi bagi kaum muda. Di usia beliau yang sudah diatas kepala 5 tentu bukan hal yang mudah untuk terus berkarya. Tapi tidak dengan Pak Sofjan, ia tetap mengisi hari-harinya dengan sangat berkualitas, dan hingga moment sore kemarin itu entah moment peluncuran buku beliau yang ke berapa. Sepertinya sudah banyak hehe....
Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, begitu juga dengan ngabuburit saya di acara launcing buku Pak Sofjan kemarin. Jadi membayangkan kira-kira di masa tua nanti apakah masih sanggup untuk berkarya dan bermanfaat untuk orang banyak, persis seperti Pak Sofjan.
Begitu juga tentang energi beliau yang masih prima, bicara pun mantap, gerak gerik masih segar, benar-benar menginspirasi. Keramahan beliau juga patut diacungi jempol. Siapalah saya yang tiba-tiba mengulurkan tangan kepada beliau, tapi beliau dengan senyumnya yang sungguh kebapakan ramah menyambut dan menjabat erat tangan saya yang mungil ini wkwkwkw..... Baik sekali Bapak ini.... Karena saya belajar dari pengalaman terdahulu, pernah ada seseorang yang tidak sehebat Pak Sofjan pura-pura tidak lihat saat saya mengajaknya bersalaman, hahaha....
Lagi-lagi sore itu menjadi pengalaman yang menarik bagi saya. Beberapa drama pun terjadi di antara saya dan teman-teman. Ada yang berhalusinasi "wah enak banget ya kalau jadi anaknya Pak Sofjan", ada juga drama tentang "bisik-bisik dalam pengaturan strategi untuk mengambil pangsit goreng sebelum diambil oleh orang lain" hahahha.... Tidak lupa terjadi juga drama perebutan butiran-butiran kurma wkwkwkw.... Apalagi drama tentang "kolak tanpa isi" alias cuma kuahnya saja, turut menjadi bagian dari keseruan menanti adzan.
Setiap orang tentu memiliki cerita serunya sendiri-sendiri di ramadhan kali ini. Semuanya pasti membawa manfaat, tetapi mungkin tidak akan kita sadari saat ini, melainkan di suatu hari nanti.
Begitu juga dengan cerita sore ini, perseteruan manja dengan Bude sang penjual takjil di kantor.
Bude : "Mbak Dewi, ini ada bubur ketan item, mau ndak..?"
Saya : "Saya maunya bubur sumsum Bude...."
Bude : "Ini enak juga lho Mbak... Mau ya...."
Saya : "Ngga ah bude, yang lain aja...."
Bude : "Lho... enak beneran... ya mau ya... santannya dicampur apa dipisah?"
Saya : "Ya udah, dipisah ya Bude..."
Bude : "Mbak Dewi, santan dicampur apa dipisah?"
Saya : "Dipisah mawon Budeeeeee......."
....... hening beberapa saat... Terlihat sang Bude sedang khusyuk membungkus bubur untuk saya.... Tapi beberapa saat kemudian, tampak wajah Bude di tengah-tengah etalase dagangannya sambil berkata agak kencang "Mbak... ini santannya dicampur opo dipisaaahh?"
Saya : "Pisaaaaahhh Budeeeee......"
MasyaAllah...
Hahaha.....
(dnu, ditulis sambil memandangi bubur ketan item bikinan Bude, 24 Mei 2018, 16.33 WIB)